Agent Franchise

Agent Franchise, Peluang Bagi Anda Yang Miskin Ide Tapi Kaya Keberanian !!

Suatu sore saat mengajar di kelas Entrepreneur yang penulis kelola, seorang peserta dengan antusias  bertanya, “Di tengah persaingan produk bisnis yang makin  ketat saat ini, saya sebenarnya sudah ingin sekali segera buka usaha. Masalahnya, saya  merasa miskin ide! Habis nyaris semua ide bisnis sudah ada yang membuat. Apa bapak masih  melihat peluang dalam kondisi seperti itu?”.

“Tentu saja! Siapa bilang untuk memulai usaha harus dengan ide bisnis yang diciptakan sendiri? Mencontek, dalam pelajaran kelas entrepreneur dibolehkan, bahkan nyaris diwajibkan untuk dijalankan oleh siswa dalam pelajaran nyata memulai bisnis. Jadi, kalau anda merasa miskin ide bisnis, kenapa tidak mencontek, meniru saja bisnis orang lain yang sudah ada, bahkan yang jelas telah terbukti sukses di pasar dan berkembang luas bisnisnya. Nah, namun dalam etika bisnis, mencontek ada aturan mainnya, agar bisnis contekan kita tampil cantik dan elegan, kita mesti mengadopsi aturan itu, namanya, Franchise. Kita bisa minta ijin memakai merek dan sistem pelayanan pemilik usaha yang punya merk bagus dengan membayar good will dan royalti tiap tahunnya pada pemilik merk yang kita pakai”.

“Wah..wah..wah, kalau begitu jelas butuh modal besar pak, apalagi kalau kita mau mem-franchise merk ternama, apalagi yang punya jaringan internasional, bisa milyaran pak modalnya. Itu jelas mustahil bagi kita-kita yang bermodal cekak bahkan yang modal dengkul! Apa masih ada saran lain yang lebih realistis dengan kondisi modal cekak kami pak?”, ujar sang penanya sambil nyengir.

“Oh, tentu saja. Kalau begitu, mengapa tidak anda coba menjadi agent franchise saja, itu pilihan peluang paling tepat bagi anda-anda yang miskin ide, modal cekak tapi kaya keberanian! Berani mencoba?”, tantang penulis pada semua peserta  yang mungkin masih asing dengan istilah penulis.

Memang, boleh jadi ini merupakan peluang bisnis baru bagi para calon calon pengusaha yang memiliki tiga kondisi yang penulis klasifikasi diatas. Dengan menjadi Agent Franchise, ada dua sasaran yang bisa kita bidik, pertama, kita pertemukan franchisor, perusahaan pemberi hak merk yang mau dijual merknya dengan franchisee, pihak yang mau memakai merk tersebut, dalam peluang bisnis itu, keuntungan bisa kita dapat dari fee good will dan komisi atas franchise fee atau royalti yang pemberiannya bisa ditentukan tiap bulan atau tiap tahun.  Untuk mereka yang luas pergaulan dan berani dan pintar meyakinkan orang, tidak terlalu sulit menjual merk sebuah usaha yang ternama pada calon-calon pengusaha berduit.

Sebagai entrepreneur, sasaran pertama ini kurang menantang dan kurang memberi kepuasan bisnis yang membanggakan. Penulis, lebih menyarankan untuk mencoba peluang kedua, membuatkan franchise dan menjualkannya! Ini jelas tantangan bisnis yang menarik. Dalam bisnis ini, kita mesti berburu calon calon usaha yang akan kita buatkan franchisenya, sistem usaha, baik itu pola pelayanan, menjaga kualitas produk dan  kalau perlu kita buatkan merk baru kalau pemilik usahanya merasa menginginkan. Dan dalam hal komisi, berbeda dengan broker bisnis lain, kepiawaian kita mencipta image suatu usaha sebagai sebuah agent franchise bisa mendapat komisi lebih besar bahkan cukup fantastis.  Ada seorang teman alumni EU yang penulis kelola, bahkan mendapat komisi atas franchise yang dijualnya sampai lebih dari 20% padahal broker property atau broker tanah maksimal sesuai aturan cuma dapat 2.5% s/d 3% saja. Tidakkah menjadi agent yang secara gengsi bisnis lebih menantang dan berkelas ketimbang jadi broker bisnis lain lebih menarik? Masalahnya, dari mana mesti dimulai langkah bisnisnya?

Tak perlu pusing membaca banyak buku-buku tentang membuat franchise yang jitu atau membuang list panjang nama atau jenis–jenis usaha yang mau kita bikinkan franchisenya. Ada dua trik mudah untuk segera mewujudkan ide anda  menjadi  seorang agent franchise. Carilah usaha apapun yang dalam lima tahun terakhir terus laris dan karena itu pasti laku dijual merknya. Kalaupun ada kekawatiran pemiliknya menolak buka cabang sebagai konsekuense dari usaha yang di-franchise-kan, bisa dibicarakan dengan hati-hati atau kalau perlu dibicarakan lewat anak-anak sang perintis usaha yang lebih modern pemikirannya. Ini biasa terjadi pada usaha-usaha produk makanan atau layanan jasa tradisonal seperti warung soto atau  layanan kesehatan tradisonal.

Biasanya, perintisnya takut kalau dibuat cabang baru, maka outlet lama akan sepi pembeli dan mengganggu kinerja penjualan, itu semua tak akan terjadi kalau kualitas dijaga dan layanan sama kualitasnya. Itulah ciri khas usaha dengan franchise, asal dibawah merk usaha yang sama dijamin konsumen akan mendapat produk dan jasa yang sama kualitasnya dimanapun bisa didapat di berbagai tempat.

Untuk menyempurnakan produk franchise yang mau kita bikin dan jual, jangan malu dan takut untuk ketemu dan berguru pada mereka yang sudah jago membuat usaha waralaba, ajak diskusi untuk berbagi ilmu, ingat, mencontek ilmu bukan pantangan dalam bisnis. Kalau mau bikin salon yang bagus, temui Johny Andrian atau Rudi Hadisuwarno, kalau perlu contek ilmu dan gaya salonnya, mirip–mirip  sedikit tak masalah. Juga kalau mau bikin restoran, bisa mencontek merk kenamaan atau ajak Ny Suharti atau Puspo Wardoyo (Bos Ayam bakar Wong Solo) untuk berbagi ilmu.

Kalau semua sudah oke, kita tinggal atur sistem waralaba, atau franchisenya, berapa persis bagian kita, franchisor dan franchise. Ada peserta entrepreneurs yang penulis kelola yang kini sudah sukses menjual franchise sekolah musik yang dimiliki oleh seorang musisi ternama. Nampaknya dengan polesan bisnis yang tepat, nama, sang musisi yang dijadikan merk sekolah musiknya memudahkan untuk menjual franchise sekolah musiknya, yang kini mulai banyak diminati di berbagi kota besar. Bahkan, kalau kita jeli, fee franchise kita, bisa dikonversi dengan harga satu paket good will, franchise merk yang kita jual. Jadi mula-mula kita jadi agentnya, lama-lama kita beli franchisenya untuk kita buka sendiri. Jadi jangan terlalu lama dipikir, mulailah bisnis dengan menjadi agent franchise!!

One response to this post.

  1. Wah menarik nih tulisannya …emang saya sedang merintis untuk memiliki usaha …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: