If The Ship Didn’t Come, Swim to It!

Terjemahannya, “Jika perahunya nggak dateng-dateng, berenanglah ke arahnya”. Kenyataan itulah yang saat ini terjadi di bisnis saya. Bisnis garment pada umumnya saat ini mengalami kesulitan bahan baku, termasuk bisnis saya. Sulitnya bahan baku import mengakibatkan tersendatnya produksi. Bahan lokal yang selama ini menjadi andalan, sudah lama loyo karena pabrik-pabrik banyak yang tutup karena tekanan biaya tinggi. Sebagian pabrik yang masih beroperasi, hasilnya banyak dilempar keluar negeri. Jadilah kelangkaan bahan baku di industri garment saat ini. Sekali pun ada, bahan lokal itu jadi rebutan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dibandingkan perusahaan-perusahaan garment besar itu, perusahaan saya masih ibarat tikus di antara para gajah. Setelah gajah itu kenyang makan barulah giliran tikus mendapatkan sisanya (emangnya tikus makanannya sama dengan gajah? Hehehe, perumpamaannya gak pas, ya).

Biasanya banyak tenaga sales bahan tekstil yang datang ke tempat saya menawari bahan yang bagus-bagus. Sekarang ini jarang sekali. Kalau pun ada, itu pun bahannya tidak dijamin tersedia. Otak saya perpikir keras. Bagaimana jalan keluarnya ini. Ini sudah bulan Juni. Biasanya puncak kegiatan bisnis garment adalah di bulan Juni ke atas.

Akhirnya saya putuskan untuk hunting bahan ke pusatnya, di Bandung. Saya teringat dengan pepatah, “If the ship didn’t come” itu. Saya harus jemput bola, atau tepatnya menjemput rejeki kata Aa Gym. Jadilah, minggu lalu saya dan istri keliling-keliling kota Bandung untuk mencari bahan baku. Saya dengan pedenya mendatangi pabrik-pabrik besar berskala ekpor di Bandung. Padahal bukan kelas saya. Saya percaya diri aja. Paling-paling ditolak, batin saya. Biarin aja, lha wong saya bawa duit, kok. Masak ditolak.

Ternyata hasilnya di luar dugaan saya. Saya disambut begitu antusias di sana. Pabrik-pabrik besar yang kesannya seram dan angker itu, ternyata nggak juga. Saya mendatangi satu pabrik yang sangat ditakuti di kalangan pengusaha garment. Pemiliknya galak sekali katanya. Kalau dia nggak suka, kita akan diusir. Dia hanya melayani order besar dan ekspor. Yang terjadi adalah kebalikannya. Si pemilik itu malah melayani saya dengan ramah sekali. Bahkan dia sendiri yang melayani saya, bukannya stafnya. Hehehe. Kenapa ya? Saya juga heran.

Perjalanan saya ke Bandung itu membuka lebar mata saya. Saya menemukan banyak sekali AHA di sana. Banyak peluang bisnis yang terbuka lebar di sana. Uang berserakan di Bandung ini. Saya mendapatkan pembelajaran berharga di sana. Sampai-sampai istri saya berseloroh bahwa kita harus punya rumah di Bandung. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Itu lah nampaknya yang saya alami. Di balik kesulitan bahan baku yang saya alami saat ini ternyata ada peluang besar menganga di baliknya.

Pepatah “If your ship didn’t come” ini saya dapatkan saat kuliah dulu. Setiap hari saya berangkat kuliah naik mikrolet. Di pagi hari, banyak sekali penumpang yang membutuhkan kendaraan umum ini. Mereka menunggu di sepanjang jalan menunggu mikrolet yang ada tempat duduknya. Mikrolet yang melewati saya kebanyakan sudah terisi penuh. Saya ingat pepatah itu. Daripada menunggu diam mematung, saya memutuskan untuk berjalan menuju ke arah datangnya mikrolet itu. Akhirnya saya dapat mikrolet yang tempat duduknya masih lega. Saya melewati para calon penumpang yang masih berdiri pasif menatap mikrolet saya yang sudah penuh itu. Mereka berharap ada mikrolet kosong melewati mereka. Sampai kapan? Pastilah mereka akan terlambat sampai di kantor. Rejeki itu nggak datang kalau kita hanya pasif menunggu saja. Rejeki itu akan jatuh ke tangan orang yang segera bertindak menjemputnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: