Jadi Pengusaha Tanpa Gelar

Tanpa gelar pun kita bisa jadi pengusaha sukses

Sejak dulu, saya memang suka baca kisah sukses tokoh-tokoh terkenal di dunia maupun di Indonesia. Seperti John E. Rockefeller, Raja Minyak dari Amerika. Kesuksesan usahanya bukan karena ia punya gelar. Ia terpaksa meninggalkan sekolahnya saat usia 16 tahun karena tekanan ekonomi keluarganya. Tapi, karena ia seorang yang tekun, serius dalam bekerja, menyukai tantangan dan perjuangan, membuatnya jadi pengusaha yang sukses dan salah satu yang terkaya di dunia.

Begitu juga, Matshushita Konosuke, pengusaha elektronik terbesar di Jepang. Ia juga tak bergelar. Akibat ekonomi keluarganya, anak petani ini terpaksa tak bisa menyelesaikan studinya di pendidikan dasar. Namun, berkat kemauan dan kerja kerasnya, ia pun membuktikan mampu jadi pengusaha sukses. Hal yang sama juga terjadi pada Bill Gates, yang sukses dengan Microsoft-nya. Dia malah drop-out adri Harvard University.

Pengusaha kita yang dikenal dengan bisnis Es Teler 77 dan Mie Tek Tek, Sukayatno Nugroho, MBA, juga tak bergelar. Di sekolah, ia hanya ranking 40 dari 50 murid. Ijazahnya cuma sampai SMP, karena dia cuma tahan 3 bulan di kelas 1 SMA. Kalau pun di belakang namanya ada MBA, itu pun bukan Master of Business Administration. Tapi, singkatan dari: “Manusia Bisnis Asal-asalan”. Dan nyatanya, ia pun juga bisa sukses jadi pengusaha. Bob Sadino, demikian juga. Dulunya, ia mantan buruh kapal barang, supir taksi dan penjual telur. Akan tapi karena ia tak ingin hidup malas-malasan dan tak ingin gengsi-gengsian, akhirnya membuatnya sukses sebagai pengusaha supermarket Kem Chick’s.

Dan, masih banyak contoh pengusaha sukses lainnya yang menunjukkan, bahwa tanpa gelar sarjana pun kita bisa jadi pengusaha sukses. Apalagi, pada dasarnya, seseorang itu untuk bisa jadi pengusaha sukses tak perlu harus punya gelar dulu. Saat masih mahasiswa, kita bisa jadi pengusaha. Begitu juga, mereka yang sudah pensiunan maupun ibu rumah tangga, juga bisa jadi pengusaha. Dan, untuk jadi pengusaha tentu kita tak akan pernah melamar pekerjaan, karena kita sudah punya usaha sendiri. Oleh karena itulah, pendidikan di “Entrepreneur University” tanpa gelar. Artinya, tanpa gelar pun kita bisa jadi pengusaha.

Saya yakin, jika kita mau kerja keras, seperti yang dicontohkan oleh pengusaha sukses yang saya sebut di atas, saya kira usaha kita akan berhasil. Jadi gelar seseorang tak menjamin, bisnisnya berhasil. Bahkan, mereka yang punya gelar, dan IP-nya tinggi cenderung kebanyakan mudah mendapatkan pekerjaan. Artinya, ia lebih memilih menjadi dosen, pegawai negeri atau karyawan perusahaan swasta. Kalau jadi pengusaha, kerap kali bisnisnya sulit maju.

Itu karena, ia telah banyak tahu apa resiko bisnis yang akan dihadapinya, terlalu banyak dipikir. Akhirnya, ia tak berani menghadapi resiko bisnis. Maka, ia lebih memilih menjadi dosen, pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta. tapi saya melihat, sosok yang layak menjadi pengusaha justru mereka yang berani menghadapi resiko. Kalau ada tantangan, ia mencoba untuk tidak gampang menyerah. Karena itu, gelar seseorang tak menjamin bisa jadi pengusaha. Tapi, sebaliknya, yang tak bergelar justru banyak yang jadi pengusaha.

Pendeknya, tanpa gelar pun kita bisa jadi pengusaha sukses asal saja kita berani melangkah untuk memulai usaha. Dan, kalupun kita sudah punya usaha, kita juga ada keberanian untuk mengembangkan bisnis tersebut lebih maju lagi. Atau mungkin saja, kita coba untuk buka bisnis baru yang lebih menantang.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: