Kaya Itu Mimpi

KAYA itu, saya kira, bukan bakat, dan juga tidak harus keturunan. Tapi, kaya itu mimpi atau visi. Mimpi yang menjadi kenyataan. Artinya, kalau kita tidak berusaha sama sekali untuk menjadi kaya, misalnya dengan jalan berwirausaha, maka mana mungkin kekayaan itu kita dapat.

Terlepas dari apakah Anda sepakat atau tidak dengan pendapat saya ini, tapi yang jelas, semua orang pasti punya mimpi. Saya rasa, setiap kita menjalankan bisnis apapun, sebenarnya yang kita cari bukanlah semata-mata uang atau ingin kaya. Tapi, karena adanya keinginan kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagai konsekuensi logis atas jerih payah kita adalah kita bisa mendapatkan keuntungan atau uang, dan bisa juga aset kita yang semakin bertambah. Hal itu seiring dengan kegigihan kita di dalam menjalankan bisnis.

Saya yakin, jika kita sebagai seorang entreprener atau wirausahawan, yang namanya mimpi-mimpi bisnis tak akan ada habisnya. Seolah kita adalah sosok yang tak akan pernah kehabisan mimpi. Apalagi, kita termasuk entreprener yang kreatif dan inovatif. Bisnis yang satu maju pesat, bisnis yang lainnya ikut berkembang. Sementara, bisnis yang lainnya lagi ikut bermunculan. Sehingga, tak terasa atau bagaikan sebuah mimpi, ternyata bisnis kita semakin banyak. Aset yang kita miliki juga semakin bertambah.

Kalau bisnis kita semakin maju, tentu akan ada percepatan dalam penambahan aset. Bukan tak mungkin, kita akan semakin pintar memutar bisnis kita, bahkan mampu mendatangkan dana dari luar yang nantinya juga akan menjadi aset kita. Saya kira, itu semua berjalan seiring dengan mimpi atau visi kita sebagai entreprener.

Katakanlah, yang semula kita dalam menjalankan bisnis, hanyalah bermodal dengkul, tapi karena kita punya mimpi ingin jadi pengusaha sukses, ingin punya bisnis yang berkembang, dan ingin menciptakan lapangan kerja, maka tak mustahil mimpi itu akhirnya akan menjadi kenyataan.

Dulunya, kita masih kontrak rumah untuk bisnis, kini sudah punya kantor sendiri. Kalau dulu, kita naik sepeda motor untuk menjalankan bisnis, kini sudah punya mobil sendiri, bahkan lebih dari satu mobil. Dan, seterusnya seiring dengan mimpi kita, maka kekayaan itu pun akan menyertai kita. Tentunya, mimpi itu akan terwujud jika jiwa entreprener melekat pada diri kita. Pendeknya, tanpa jiwa entreprener mimpi itu tak mungkin terwujud. Kekayaan itu tak mungkin kita dapat.

Oleh karena itulah, saya kira jika kita ingin menjadi entreprener sukses, maka kita harus pandai-pandai merealisir mimpi kita sendiri. Percayalah, di saat mimpi kita jadi kenyataan, maka akan muncul mimpi-mimpi baru. Dari satu mimpi ke-mimpi berikutnya. Dari satu bisnis berkembang ke-bisnis berikutnya. Ibaratnya, putaran bola salju, kalau semakin cepat putarannya semakin besar bolanya. Anda berani mimpi?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: