Tanpa Ujian Tanpa Nilai

Yang berhak menilai pengusaha adalah masyarakat

Respon dari masyarakat terhadap berdirinya “Entrepreneur University”, ternyata luar biasa. Terbukti, dengan banyaknya orang yang menyatakan ingin masuk. Terutama, mereka tertarik pada lembaga pendidikan entrepreneurship ini, antara lain karena tanpa ujian, tanpa nilai. Itu artinya apa? Bahwa , mungkin kalau harus ada ujian, ada nilai, maka nanti harus diwajibkan untuk menghafal, mengingat. Hal itu saya kira berbeda kalau kita mendidik seseorang untuk menjadi pengusaha.

Menurut saya, yang berhak menilai pengusaha itu memiliki kredibilitas, sukses, dan eksis usahanya, itu adalah masyarakat. Bagaimana pengusaha itu membangun kepercayaan itu dengan performance perusahaannya. Sehingga, bukan pada pengertian, orang itu dinilai pada pengetahuan semata. Barangkali itulah kelemahan sistim pendidikan kita, terutama sekolah kita yang memberlakukan ujian, dan tidak memperbolehkan contekan, walaupun kenyataannya sulit untuk kita tidak berperilaku menyontek.

Sementara itu, dalam dunia riil bisnis, yang namanya bertanya itu boleh-boleh saja. Bahkan, menyontek usaha orang lain pun sah-sah saja. Meniru kiat-kiat sukses pengusaha lain pun juga boleh. Nggak ada yang melarang. Menurut saya, calon pengusaha seperti itu justru sosok pengusaha yang kreatif. Sehingga dalam sistem pendidikan di sini yang ingin saya terapkan adalah bagaimana sebaiknya perilaku-perilaku semacam itu berubah menjadi bagian dirinya. Sementara, kalau materi kuliah yang kami berikan itu lantas diujikan, itu berarti sama halnya dengan menguji pengetahuan.

Kalau kita pakai ujian, kita diajarkan untuk berpikir linier. Padahal, untuk jadi pengusaha kita lebih ditekankan berpikir lateral. Jadi, menurut saya yang terpenting adalah, bagaimana agar nilai-nilai entrepreneurship itu jadi jiwanya. Artinya, tidak hanya otak berpikirnya saja yang dikembangkan, tapi juga otak emosionalnya.

Oleh karena itulah, konsentrasi pendidikan di “Entrepreneur University” ini adalah lebih pada pengembangan kecerdasan emosional, kecerdasan adversity, kecerdasan spiritual, termasuk mempertajam kreativitas dan intuisi bisnis. sehingga, materi yang kita berikan tidak sekedar sebagai pengetahuan, tapi bagaimana nilai-nilai kewirausahaan, seperti: pantang menyerah, punya semangat tinggi, selalu kreatif dan inovatif, tajam intuisinya, berani menghadapi resiko bisnis, dan jeli melihat peluang bisnis, itu bisa menjadi bagian dari diri para peserta program ini.

Dengan demikian, kenapa harus ada ujian, ada nilai? Katakanlah, nilai pengetahuan entrepreneurship seseorang itu baik, tapi kenyataannya sering dalam hal berprilaku lain. Misalnya, mudah patah semangat, tidak kreatif dan tidak mau menekuni usaha itu dengan baik. Nah, saya tentunya ingin menjembatani hal itu semua. Bagaimana, agar nilai-nilai entrepreneurship bisa ditumbuhkan menjadi jiwa para peserta. Tentu saja, saya akan memberikan solusinya. Maka tak mengherankan, kalau sistem belajarnya di “Entrepreneur University” salah satu yang kita tekankan adalah, bagaimana para peserta itu banyak bertanya dan bukan hanya menjawab. Bagaimana para peserta tidak takut mencoba. Bagaimana para peserta bukan hanya kaya ide, tapi miskin keberanian mencoba.

Saya yakin, dengan mereka berani bertanya dan berani mencoba, hal itu akan memunculkan kreativitas dan intuisi yang tajam. Dengan, kreativitas dan intuisi yang tajam, maka akan memunculkan ide-ide bisnis yang baru dan berani mencobanya. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah pada program mentoring yang akan kita jalankan. Artinya, bagaimana para peserta itu berinteraksi langsung dengan para pengusaha, sehingga dapat belajar bagaimana berprilaku atau bertindak seperti pengusaha.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: